Minggu, 29 Januari 2012

Musik dan Kampanye Penanggulangan HIV/AIDS


*foto diambil dari album pribadi Pernicious Hate


“Kondom! Kondom! Kondom!” begitulah yang diteriakan oleh penonton di setiap Pernicious Hate berunjuk karya. Tentu kita tidak akan begitu saja mendengar kondom diteriakan ketika salah satu band berada di panggung. Namun di Purwokerto, Pernicious Hate band berjenis grindcore ini punya “yang lain” yang mereka tampilkan di atas panggung.

“yang lain” ini merupakan kondom untuk dibagikan kepada penonton. Gerakan ini sudah dilakukan sejak awal tahun 2009. Berangkat dari keresahan Imam (vokalis) dalam melihat HIV/AIDS sebagai fenomena gunung es. Menurutnya penyebaran HIV/AIDS dikarenakan minimnya kesadaran dan pengetahuan akan HIV/AIDS itu sendiri. Selain itu Imam menuturkan bahwa prilaku seks bebas dan penyalahgunaan narkoba sudah membudaya. Melalui musik lah kemudian Pernicious Hate bergerak untuk ikut mencegah penularan HIV/AIDS.

Gerakan membagi-bagikan kondom yang dilakukan Pernicious Hate dilakukan tanpa support dari pihak lain atau pihak yang terkait dalam penanggulangan HIV/AIDS. Imam biasanya membeli sendiri di minimarket kondom yang akan dibagi-bagikan. Konsistensi Pernicious Hate dalam gerakan pencegahan HIV/AIDS tentunya membuahkan hasil. Pada pertengahan tahun 2010, Pernicious Hate di support oleh aktivis yang bergerak di isu HIV/AIDS untuk pengadaan kondom.

Bukan hal yang mustahil jika suatu saat semua orang dapat melakukan hal serupa yang telah diawali oleh Pernicious Hate. Bergerak melalui media paling dekat yang digemari yaitu musik. Pernicious Hate juga masih yakin, bahwa musik masih menjadi media yang efektif untuk menyebarkan dan mengkampanyekan sesuatu yang mampu membantu orang lain. (Harumi)

1 komentar: