*foto diambil dari album pribadi Pernicious Hate
“Kondom! Kondom! Kondom!” begitulah yang diteriakan oleh penonton
di setiap Pernicious Hate berunjuk karya. Tentu kita tidak akan begitu saja
mendengar kondom diteriakan ketika salah satu band berada di panggung. Namun di
Purwokerto, Pernicious Hate band berjenis grindcore ini punya “yang lain” yang
mereka tampilkan di atas panggung.
“yang lain” ini merupakan kondom
untuk dibagikan kepada penonton. Gerakan ini sudah dilakukan sejak awal tahun
2009. Berangkat dari keresahan Imam (vokalis) dalam melihat HIV/AIDS sebagai
fenomena gunung es. Menurutnya penyebaran HIV/AIDS dikarenakan minimnya
kesadaran dan pengetahuan akan HIV/AIDS itu sendiri. Selain itu Imam menuturkan
bahwa prilaku seks bebas dan penyalahgunaan narkoba sudah membudaya. Melalui
musik lah kemudian Pernicious Hate bergerak untuk ikut mencegah penularan
HIV/AIDS.
Gerakan membagi-bagikan kondom
yang dilakukan Pernicious Hate dilakukan tanpa support dari pihak lain atau
pihak yang terkait dalam penanggulangan HIV/AIDS. Imam biasanya membeli sendiri
di minimarket kondom yang akan dibagi-bagikan. Konsistensi Pernicious Hate
dalam gerakan pencegahan HIV/AIDS tentunya membuahkan hasil. Pada pertengahan
tahun 2010, Pernicious Hate di support oleh aktivis yang bergerak di isu
HIV/AIDS untuk pengadaan kondom.
Bukan hal yang mustahil jika
suatu saat semua orang dapat melakukan hal serupa yang telah diawali oleh
Pernicious Hate. Bergerak melalui media paling dekat yang digemari yaitu musik.
Pernicious Hate juga masih yakin, bahwa musik masih menjadi media yang efektif
untuk menyebarkan dan mengkampanyekan sesuatu yang mampu membantu orang lain. (Harumi)

Kereenn!!
BalasHapus